Meet Our Team

Dentists, Trainers, Psychologist and Hypnotherapist
Frederick Herlambang, S.Psi, CCH.

Frederick Herlambang, S.Psi, CCH.

Bapak Frederick adalah seorang konsultan dan pendamping orangtua yang aktif membantu orangtua-orangtua selama lebih dari 10 tahun. Kerinduan beliau bertumbuh saat membantu banyak orangtua dalam menerapkan metode stimulasi otak Glenn Doman sebagai konsultan orangtua. Namun hal ini tidak membuat beliau puas, sehingga beliau mengembangkan kemampuannya sebagai konsultan kepribadian anak.

Dengan metode analisa sidik jari, beliau membantu banyak orangtua tidak hanya untuk mengenal anaknya masing-masing, tetapi orangtua itu sendiri melalui pola asuh mereka. Di bawah bimbingan Ibu Irene F. Mongkar membuat beliau semakin mencintai ilmu otak dan parenting. Kehausan akan ilmu mengenai otak dan pikiran membuat beliau terus menuntut ilmu dan belajar melalui pakar teknologi pikiran, Dr. Adi W. Gunawan, CCH. Beliau belajar sebagai seorang hipnoterapis aktif dan bahkan menjadi Certified Trainer di bidang ini. Sampai saat ini, Bapak Frederick masih terus membantu orangtua melalui konseling, terapi dan juga seminar.

Yosehan, S.Psi, C.Ht

Yosehan, S.Psi, C.Ht

Seorang konselor dan terapis aktif yang berkecimpung di bidang pendidikan selama lebih dari 14 tahun. Pengalaman beliau sebagai seorang konselor sekolah baik di tingkat TK, SD, SMP dan SMA membuat beliau mengerti perkembangan anak usia sekolah dalam berbagai sisi. Kekuatiran beliau akan begitu banyak bahaya yang mengancam keamanan anak-anak, baik dari tindak kejahatan biasa, perundungan (bullying) dan bahkan kecanggihan teknologi saat ini, membuat beliau tergantung untuk berbagi lebih banyak kepada masyarakat mengenai hal ini.

Selain itu, kekaguman beliau akan ilmu otak diawali dengan program Quantum Learning dengan berbagai teknik mutakhir yang dapat meningkatkan kemampuan otak sampai 100%. Hal ini membuat beliau sadar akan begitu besar potensi otak yang belum terpakai dalam diri manusia. Hal ini pula yang mengantar Bapak Yosehan untuk belajar mengenai ilmu pikiran dan otak kepada Dr. Adi W. Gunawan, CCH. Yang merupakan salah satu pakar dalam bidang teknologi pikiran itu sendiri.
Beliau kemudian meneruskan ilmunya sampai menyelesaikan program Certified Hypnotherapist.

Drg. Mia Gracia CCH.

Drg. Mia Gracia CCH.

Karirnya sebagai hipnoterapis klinis sebetulnya diawali secara tidak sengaja ketika beliau dan suaminya mau berusaha menjadi orangtua yang baik bagi anak pertamanya dengan memahami cara kerja pikiran dan emosi manusia. Usaha ini akhirnya membimbing Mia untuk belajar pada seorang pakar teknologi pikiran yang cakap di bidangnya yaitu Dr. Adi W. Gunawan, CCH. Mia memutuskan untuk mengikuti program pelatihan pengembangan diri Quantum Life Transformation dan program pelatihan sertifikasi hipnoterapis 100 jam tatap muka Scientific EEG & Clinical Hypnotherapy dengan kurikulum yang sangat terstruktur dibawah bimbingan Dr. Adi W. Gunawan, CCH secara langsung, sesuai standar kurikulum American Council of Hypnotist Examiner (ACHE).

Setelah berhasil membantu puluhan klien setelah mengikuti program 100 jam tatap muka tersebut, Mia memutuskan untuk semakin memperdalam pemahaman hipnoterapi klinisnya dengan mengikuti kelas 100 jam tatap muka yang kedua, Advanced Class Scientific EEG & Clinical Hypnotherapy dan akhirnya memperoleh gelar Certified Clinical Hypnotherapist pada tahun 2013. Pada bulan November 2016, Mia mengikuti program pelatihan sertifikasi Medical Hypnotherapy dibawah bimbingan langsung Dr. John Butler PhD (Med Sci., London), MBSH, MBPsS, MA, BA(Hons.), BSC(Hons.), DHP, Dip A.T., CHT, FNRHP (Registered with U.K.C.P., E.A.P., B.A.S., A.C.H.E.). DR. John Butler merupakan presiden dari American Council of Hypnotist Examiner (ACHE) yang memiliki pengalaman terapi secara klinis selama lebih dari 35 tahun dan telah berpengalaman mengajar hipnoterapi klinis di banyak negara selama lebih dari 25 tahun.

Selama menerapkan hipnoterapi klinis secara profesional, drg. Mia Gracia CCH., CT. telah berhasil membantu berbagai kasus seperti fobia, trauma / luka batin, insomnia, harmonisasi hubungan emosi orangtua – anak, berbagai kasus hambatan belajar dan bekerja, pelecehan seksual, berbagai penyakit psikosomatis, hingga kasus depresi berat yang disertai halusinasi.

Offline