Apa Itu Workshop For Dentist

Gentle and Caring Dentist

 

MENGAPA WORKSHOP INI PENTING?

  • Kata sakit, takut, dan cemas sudah sejak lama dikaitkan dengan hal kedokteran gigi. Selama bertahun-tahun, banyak orang memandang dokter gigi dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kedokteran gigi adalah sesuatu hal yang bersifat traumatik. Dan ini yang dihadapi oleh dokter gigi dalam ruang praktik gigi sehari-hari.
  • Survei yang diadakan pada 1000 orang dewasa Amerika di tahun 1987 menunjukkan bahwa ‘rasa takut ke dokter gigi’ menempati posisi kedua setelah ‘rasa takut berbicara di depan umum’ (Malamed, SF: Sedation in Dentistry, California, 2010, Mosby)” Pada survei terkini (Blain dan Hill, 1998), sebanyak sepertiga populasi dewasa mengatakan bahwa mereka selalu merasa cemas terhadap hal kunjungan ke dokter gigi.
  • Survei yang disebutkan di awal juga melibatkan pasien tidak bergigi (Todd, dkk., 1982). Tidak mempunyai gigi, memang membuat mereka tidak memiliki apa pun yang dapat membuat mereka takut, namun 37% mengatakan bahwa mereka terkadang menunda kunjungan karena mereka takut terhadap dokter giginya.
  • Pada suatu survei terhadap 6.000 orang, 43% mengatakan bahwa mereka menghindari pergi ke dokter gigi, kecuali mengalami masalah pada giginya (Todd dan Walker, 1980). Dari sampel tersebut, 58% mengatakan bahwa sebagian besar alasannya adalah karena mereka ‘takut pada dokter gigi’ (Todd, dkk., 1982).
  • Bukti lebih lanjut bahwa kecemasan menyebabkan penundaan dalam mengunjungi dokter gigi diberikan oleh Curson dan Coplans (1970). Ketika mereka mewawancarai 100 pasien pada klinik gawat darurat, 38% mengatakan bahwa mereka terlalu takut untuk pergi ke dokter gigi. Dari sampel tersebut, hanya 12% yang tetap melakukan dan menjadwalkan kunjungan lanjutan untuk mendapatkan perawatan yang sempurna.
  • Pasien dengan rasa takut terhadap dokter gigi ini jumlahnya banyak dan dengan intensitas emosi yang bervariasi dari tingkat ringan sampai tingkat berat. Saat seorang dokter gigi berhadapan dengan pasien semacam ini dan melakukan tindakan perawatan TANPA memahami cara menangani faktor trauma mental pasien tersebut, berpotensi membuat dokter gigi pun mengalami frustasi dan stress (Friedman N: Iatrosedation. In McCarthy FM, ed: Emergencies in dental practice, ed 3, Philadelphia, 1979, WB Saunders).
  • Linda Mangels (1991) melakukan wawancara terhadap 263 pasien yang menuntut dokter dan memenangkan perkara. Ternyata 50% dari pasien tersebut memutuskan untuk menuntut dokternya SEBELUM terjadi tindakan yang merugikan pasien (When Patients Bite Back, Dentcom Training and CPD Services; Handling Complaints England, Dental Protection, 2016). Ini merupakan suatu bukti bagaimana emosi takut membentuk persepsi-persepsi tertentu dalam pikiran pasien dan memberikan dampak terhadap praktik yang dijalankan oleh para dokter gigi.
  • Survei yang dilakukan oleh Kahn, Cooper, dan Mallenger terhadap suatu grup dokter gigi dan 57% diantaranya menyatakan bahwa faktor stress terbesar dalam praktik sehari-hari mereka adalah pasien-pasien yang ‘sulit’ ditangani akibat faktor trauma mental (Kahn RL, Cooper C, Mallenger M: Dentistry: what causes it to be a stressful profession? Int Rev Appl Psych 29:307, 1980).
  • Tindakan perawatan gigi tanpa mempedulikan faktor mental pasien dapat memicu beragam respon negatif dari pasien, salah satunya adalah peningkatan level kecemasan pasien terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan dokter gigi (Murray JB: Psychology of the pain experience. In Weisenberg M, ed: Pain: clinical and experimental perspectives, St Louis, 1975, Mosby).
  • Rasa takut terhadap dokter gigi jelas nyata dan dihadapi oleh dokter gigi dalam ruang praktik gigi sehari-hari. Langkah pertama dalam manajemen tindakan perawatan terhadap pasien semacam ini haruslah mengenali dan memahami faktor trauma mental yang dialami oleh pasien, sehingga dokter gigi dapat membantu menurunkan level stress yang dialami oleh pasien atau bahkan menghilangkannya, serta menghindari ancaman stress terhadap dirinya sendiri dalam bekerja.

APA TUJUAN DARI PELAKSANAAN WORKSHOP HYPNOSIS IN DENTISTRY?

  1. Para peserta mempelajari dan mampu mempraktikkan teknik terapi secara cepat dan efektif untuk mengatasi rasa takut pasien saat menjalani perawatan.
  2. Para peserta mampu mengkondisikan pikiran dan emosi pasien sehingga pasien merasa aman, tenang, dan nyaman selama proses perawatan.
  3. Para peserta mendapat pemahaman penting mengenai cara kerja pikiran bawah sadar dan pengaruhnya terhadap keberhasilan praktek sehari-hari.
  4. Para peserta dapat membantu meningkatkan kesadaran para pasiennya akan kesehatan dengan cara yang dipahami oleh pikiran bawah sadar.

APA SAJA YANG DIPELAJARI ?

Dalam 2 (dua) hari full workshop, materi yang Anda pelajari antara lain :

  • Faktor penentu keberhasilan Hypnosis in Dentistry
  • MIA GRACIA’S Protocol of Hypnosis in Dentistry
  • Waking hypnosis in dental practice
  • Berbagai teknik terapi yang dapat diterapkan dalam ruang praktek dokter gigi.
  • Sugesti pascatindakan
  • Sejarah, jenis, definisi hipnosis
  • Mekanisme Pikiran Sadar dan Bawah Sadar
  • Sifat dan Fungsi Pikiran Bawah Sadar
  • Hukum pikiran
  • Mekanisme Beliefs, Rules, dan Values pasien yang mempengaruhi perawatan kesehatan
  • Memahami Cara Kerja Critical Factor / Filter Mental
  • Teknik Efektif Mem-By-Pass Filter Mental
  • Memahami dan mengatasi resistensi pada pikiran seseorang
  • Conditioned response dan mekanisme pembentukan dental fear
  • Memahami jenis gelombang otak dan hubungannya dengan level kesadaran manusia
  • Memahami level kedalaman trance
  • Indikasi kondisi hipnosis secara fisik dan mental

dan masih banyak lagi

BAGAIMANA CARA MENGIKUTI WORKSHOP INI ?

Para dokter gigi dapat mendaftar melalui WA 08987892847 atau melalui kontak e-mail ke drg@miagracia.com
Investasi pelatihan selama 2 (dua) hari termasuk:

– 2 x coffee break (pagi & sore), makan siang selama 2 (dua) hari
– 2 (dua) buah modul
– Sertifikat

Pengalaman saya mengikuti workshop Hypnosis in Dentistry sangat menyenangkan !!  Ini adalah hal yang baru buat saya karena ini pertama kali saya mengikuti workshop tentang aplikasi hipnosis dan hipnoterapi klinis dalam hubungannya dengan kedokteran gigi dan sekaligus membuka cakrawala pandang saya tentang Hypnosis in Dentistry.

Awalnya saya berpikir bahwa Hypnosis in Dentistry hanyalah seputar melakukan tindakan operatif kedokteran gigi dengan tanpa menggunakan anestesi kimia… Ternyata saya salah… Aplikasi Hypnosis in Dentistry itu luas sekali dan sangat bermanfaat bagi saya pribadi baik di dalam ruang praktek maupun saat saya berhadapan dengan siapapun terutama dengan anak saya.

Sehingga pengetahuan ini dapat meningkatkan kualitas hidup saya sebagai manusia… dan juga sugesti money magnet yang dibacakan drg. Mia itu benar-benar terbukti pada saya, karena sepulang dari workshop keesokan harinya di tempat praktek saya pasiennya banyakk dan tidak seperti biasanya….
Saya pasti akan mengikuti workshop-workshop berikutnya dan akan mempraktekkan sendiri yang sudah disampaikan oleh drg. Mia Gracia.

drg. Windy Fradani SpKG, Gresik

Saya tidak menyangka bahwa kedalaman materi pada workshop Hypnosis in Dentistry ini jauh lebih dalam daripada pelatihan serupa yang pernah saya ikuti di Belanda

Drg. Natalia Ekaputri, Belanda

Saya merasa workshop yang diadakan selama 2 hari ini sangat membantu dokter gigi untuk berhadapan dengan berbagai permasalahan pasien baik pasien anak-anak maupun pasien dewasa yang ditemui di ruang praktek sehari-hari. Disini juga diajarkan cara mengenali, mengetahui penyebab, dan bagaimana menyelesaikan emosi negatif pasien seperti rasa takut dan cemas di ruang praktek dengan menggunakan berbagai teknik Hypnosis in Dentistry yang disediakan. Pada akhirnya pasien merasa aman dan nyaman, dokter gigi pun senang.

drg.Idelia Gunawan, Bandung

Workshopnya menarik sekali!
Saya baru mengetahui mengenai pengetahuan Hypnosis in Dentistry melalui workshop ini sehingga ini merupakan pelajaran baru bagi saya. Menurut saya, materi yang diberikan menarik dan sangat berguna dalam praktek kita sehari-hari.
Dokter Mia juga menjelaskan materi dengan jelas disertai contoh-contoh dan pengalaman-pengalaman beliau sehingga saya bisa dengan mudah memahami materi yang diberikan.
Ditunggu sesi selanjutnya:)))

Griselda F. Widjaja, mahasiswa FKG

Menarik dok workshopnya, baru sekali ikut kayak begitu

Patricia Bernadette Wijaya, mahasiswa FKG

Thank you drg. Mia Gracia atas workshopnya. Semuanya dikemas dengan apik dan menarik. Dalam 2 hari dibahas tuntas tentang Hypnosis in Dentistry.

Good job, Dok, sekali lagi terima kasih…

drg. Grace Amelia SpKG, Sidoarjo

Mengikuti 2 hari workshop Hypnosis in Dentistry memberikan banyak tambahan ilmu buat saya. Membuka pikiran saya, bahwa ternyata merawat pasien tidak hanya giginya, dan kunjungan pertama pasien merupakan “golden moment” keberhasilan terapi kita. Drg. Mia Gracia dan tim juga begitu kompak mengemas workshop ini menjadi sangat menyenangkan.
Semoga workshop ini banyak bermanfaat buat pribadi dokter gigi dan orang lain.
Thanks Mia ‘n team

drg. Noer Isbandiah S., Sukabumi

Dengan mengikuti workshop Hypnosis in Dentistry saya mendapatkan pengetahuan baru tentang memahami cara kerja pikiran pasien. Dan sekarang saya paham bahwa “Progress is impossible without change, and those who cannot change their minds cannot change anything”.
Thank you drg. Mia…

drg. Herlina Kartawidjaja, Jakarta

Workshop yang sangat bagus sekali karena membuka wawasan tentang hal yang baru dan ternyata sangat berperan dalam hubungan dokter gigi dengan pasien. Dari workshop ini ternyata hipnosis merupakan hal yang unik dan menarik untuk dipelajari. Ditunggu kelas selanjutnya 😉

drg. Nydia Emily, Jakarta

It’s a great presentation, very interactive, fun with a strong message about the power of human’s subconsciousness. This workshop made me believe and experience that hypnosis is definitely useful for practice in dentistry yet for ourselves. Can’t wait for another session

drg. Evania Gondo, Jakarta

Sangat bermanfaat karena ada protokol yang jelas dan Patient Information Guide.
Protokol ini saya suka banget karena jelas step-stepnya dan Patient Information Guide membantu dokter gigi dan pasien sebelum tindakan dilakukan.
Untuk teknik-teknik yang diajarkan dalam workshop Hypnosis In Dentistry menurut saya semua dokter gigi pasti bisa melakukan karena mudah… lha wong tinggal baca 🙂

drg. Yosephine L., Jakarta

Sekarang saya lebih mengerti bagaimana menjadi dokter gigi yang memahami cara pikir pasien saya bekerja. Semuanya tidak terpikirkan oleh saya. Selain itu drg. Mia banyak memberikan contoh-contoh sehingga kita lebih cepat memahaminya.
Ditambah lagi sugesti money magnet pada sore itu selepas workshop langsung bekerja.

drg. Lisa Miriyanti, Jakarta

Offline