For Hypnotherapy Client

Gentle and Caring Dentist

BAGAIMANA HIPNOTERAPI DAPAT MEMBANTU PERMASALAHAN DENTAL FEAR ANDA?

Dental fear, dental anxiety, dan dental phobia memiiki satu kesamaan inti, yaitu emosi takut dengan intensitas yang berbeda-beda. Emosi takut merupakan respons seseorang terhadap sesuatu yang dipersepsikan sebagai suatu ancaman atau bahaya bagi dirinya yang sedang dihadapi.

Rasa takut, sebenarnya merupakan elemen emosi yang positif. Didesain untuk melindungi diri sendiri, dan dapat bermakna sebagai perasaan antisipasi akan sesuatu yang buruk yang terjadi di masa depan. Takut dalam kadar yang tepat sangat bermanfaat untuk diri kita.

Pola Gelombang Otak Saat Pikiran Mulai Rileks

Kondisi pikiran yang sangat reseptif memungkinkan klien mengakses memori (theta), dan emosi (delta) yang selama ini menjadi sumber masalah klien, tanpa gangguan dan intervensi dari pikiran sadar (beta). Dengan demikian klien, dengan bimbingan terapis, dapat melakukan resolusi trauma, rekonstruksi memori, dan melepaskan emosi yang selama ini mengganggu hidup klien, dan sembuh permanen.

Gelombang Otak Saat Sadar Normal

Namun kadar takut yang berlebihan membuat pikiran tidak dapat berfokus, irasional, panik, dan dapat memengaruhi kondisi kesehatan fisik dan mental seseorang. Ini sangatlah destruktif dan tidak menguntungkan. Emosi yang intens ini bekerja dengan sangat kuat di pikiran bawah sadar seseorang.

Hipnoterapis, dengan persetujuan klien, akan membimbing klien turun dari gelombang otak dominan beta (pikiran sadar), 12 – 25 Hz, ke gelombang pikiran bawah sadar yang sangat rileks yaitu alfa (8 – 12 Hz), theta (4 – 8 Hz), dan delta (0,5 – 4 Hz). Saat berada di frekuensi ini pikiran klien menjadi sangat reseptif dalam menerima berbagai sugesti atau pesan mental untuk perubahan.

Pola Gelombang Otak Saat Pikiran Sangat Rileks, Fokus, dan Reseptif.

APA SAJA SYARAT UNTUK MENJALANI HIPNOTERAPI?

  • Klien datang atas keinginan atau kesadarannya sendiri. Bukan atas rayuan, bujukan, desakan, paksaan, dan atau ancaman orang lain.
  • Klien jelas aspek apa yang ingin diatasi dengan hipnoterapi.
  • Dalam satu sesi hipnoterapi hanya satu aspek saja yang dibereskan. Untuk itu klien perlu menetapkan dengan hati-hati dan jelas apa yang paling utama dan penting untuk dibereskan di sesi hipoterapi.
  • Klien mengijinkan dirinya untuk diterapi.
  • Harus ada niat sungguh-sungguh dari diri sendiri untuk berubah atau keluar dari masalah.
  • Klien percaya sepenuhnya pada terapis.
  • Ikhlas dan pasrah.
  • Tidak menganalisa.
  • Menjalankan bimbingan terapis dengan sungguh-sungguh.
  • Komit menjalani hingga maksimal 4 sesi konsultasi dan atau terapi. Komitmen awal adalah untuk 2 sesi. Satu sesi berlangsung selama 2 (dua) jam. Bila masih dibutuhkan terapi bisa dilanjutkan hingga 4 sesi.
  • Pada sesi pertama, bila terapis menilai klien siap, maka bisa langsung dilakukan terapi. Namun bila terapis menilai klien belum siap maka hanya akan dilakukan konsultasi atau konseling.

APAKAH ADA JAMINAN KESEMBUHAN?

Hipnoterapi adalah kontrak upaya, bukan kontrak hasil. Sesuai dengan kode etik kami tidak pernah dan tidak boleh menjanjikan kesembuhan kepada klien. Yang dapat kami jamin: terapi dilakukan dengan standar yang sangat tinggi mengacu pada Quantum Hypnotherapeutic Protocol yang ditetapkan Adi W. Gunawan Institute of Mind technology. Kesembuhan dan keberhasilan terapi ditentukan oleh kerjasama antara klien dan terapis.

Bila klien tidak bersedia bekerjasama sepenuhnya maka terapi tidak akan berhasil. Secara statistik dan dari pengalaman kami melakukan terapi pada sangat banyak kasus klinis, baik yang ringan maupun yang sangat berat, tingkat keberhasilan kami dalam membantu klien sembuh sangat tinggi.

SELAIN DENTAL FEAR, MASALAH APA LAGI YANG DAPAT DIBANTU DENGAN HIPNOTERAPI?

  • trauma / luka batin
  • stress
  • frustrasi
  • depresi
  • sulit fokus / konsentrasi
  • migraine
  • insomnia
  • tidak / kurang percaya diri
  • fobia
  • trauma/luka batin
  • tidak percaya diri
  • kesulitan diet
  • obesitas
  • takut sukses
  • takut gagal
  • kecemasan
  • emosi labil
  • mudah marah / meledak
  • mudah panik
  • panick attact
  • takut berbicara di depan umum
  • gagap/kesulitan bicara
  • konflik diri (inner conflict)
  • pencapaian prestasi hidup rendah
  • menemukan benda yang hilang
  • perilaku obsessive/compulsive
  • motivasi/empowerment
  • berhenti merokok
  • suka menunda
  • kebiasaan buruk
  • tics
  • weight management
  • stress management
  • anger management
  • pain management
  • perasaan bersalah
  • kesedihan mendalam
  • penyesalan mendalam
  • kecemasan tinggi hingga mengakibatkan halusinasi
  • sex problem (disfungsi ereksi, ejakulasi dini, homosex, lesbian, bisex, vaginismus)
  • psychogenic infertility (mandul)
  • mengatasi mental block penghambat sukses
  • berbagai penyakit psikosomatis
  • dan semua masalah yang disebabkan oleh pikiran atau emosi
  • suka menunda
  • kebiasaan buruk
  • tics
  • weight management
  • stress management
  • anger management
  • pain management
  • perasaan bersalah
  • kesedihan mendalam
  • penyesalan mendalam
  • kecemasan tinggi hingga mengakibatkan halusinasi
  • mengatasi mental block penghambat sukses
  • berbagai penyakit psikosomatis
  • sulit bergaul
  • sulit mengungkapkan pendapat
  • agar lebih menghormati orang lain
  • agar berani mengungkapkan pendapat
  • bersikap positif
  • perilaku di sekolah
  • perilaku di rumah
  • berhenti berbuat curang
  • mengatasi ketidakpatuhan
  • berhenti datang terlambat
  • berhenti memutar-mutar Rambut
  • berhenti menggigit kuku
  • berhenti menghisap ibu jari
  • mengatasi berbicara dengan suara yang terlalu keras
  • meningkatkan prestasi belajar
  • berhenti main game
 

  • berhenti bermain-main dengan makanan
  • mengatasi kebiasaan menunda
  • menjadi rileks
  • meningkatkan koordinasi tubuh
  • hubungan dengan figur otoritas
  • mengatasi perceraian orangtua
  • berbaur bersama teman-teman
  • mengatasi rasa malu karena orangtua
  • mengembangkan kemampuan bersosialisasi
  • meningkatkan nilai
  • membaca dengan lebih baik
  • mengatasi kecemasan sebelum ujian
  • menulis dengan lebih baik
  • berhenti mengompol (enuresis)
  • mampu menetapkan tujuan
  • berhenti bergosip
  • menjaga penampilan
  • postur tubuh
  • meningkatkan harga diri
  • meningkatkan konsep diri
  • ebih disiplin
  • bersikap tegas dan asertif
  • menghargai penampilan fisik
  • menaikkan berat badan
  • menurunkan berat badanagar mampu berbicara dengan lebih jelas
  • agar mampu berbicara dengan lebih perlahan
  • dll
Offline