Karang gigi terbentuk dari plak gigi yang mengeras akibat tidak tersikat dengan bersih. Plak merupakan sisa makanan yang menempel pada gigi. Plak merupakan tempat berkumpulnya bakteri dan mikroorganisme yang membahayakan kesehatan gigi dan gusi. Penumpukan plak ini selapis demi selapis akan terakumulasi dan mengalami pengerasan (kalsifikasi) dan akhirnya menjadi karang gigi.

Karang gigi umumnya ditemui di daerah sekitar leher gigi, permukaan kontak gigi serta sela-sela gigi. Bakteri yang ada di dalam karang gigi dapat menyebabkan lubang gigi di balik karang gigi, menyusup ke dalam gusi dan menyebabkan peradangan gusi, yang salah satu tandanya adalah gusi berdarah, dan menyebabkan infeksi jaringan penyangga gigi (salah satunya adalah tulang penyangga gigi), dan bahkan dapat menyebabkan tersebarnya bakteri melalui pembuluh darah menuju ke organ-organ penting lainnya seperti otak, jantung, paru, hati, ginjal, bahkan janin di dalam kandungan.

Karang gigi memegang peranan penting dalam pembentukan penyakit gusi. Pada tahap awal penyakit gusi yang diakibatkan oleh karang gigi adalah gusi meradang, disebut juga gingivitis (dari kata gingiva = gusi dan itis = radang), yang ditandai dengan gusi memerah, agak bengkak atau membesar dari ukurannya yang semula, dan umumnya berdarah terutama pada saat sikat gigi. Perdarahan gusi sebenarnya merupakan tanda awal adanya penyakit gusi, yang jika tidak dihiraukan, dapat menuntun pada kerusakan jaringan penyangga gigi serta kehilangan gigi.

Pada tahap lanjut, gingivitis yang tidak mendapatkan perawatan yang baik akan menjadi periodontitis (dari kata periodontal = jaringan penyangga gigi dan itis = radang). Pada tahap periodontitis, telah terjadi kerusakan tulang dan jaringan penyangga gigi, dapat terjadi kegoyangan gigi, bahkan bengkak dan sakit yang tak tertahankan yang merupakan serangan bakteri terhadap tulang dibawah gusi.

Pembersihan karang gigi berkala membantu mengeliminasi bakteri di dalam mulut, dan jelas-jelas membantu mengurangi kemungkinan karies gigi, peradangan gusi dan tulang penyangga gigi, serta mengurangi kemungkinan tanggalnya gigi.

 

Drg. Mia Gracia CCH

Dentist

Certified Clinical Hypnotherapist of Adi W. Gunawan Institut of Mind Technology

Author of the book “Hypnosis in Dentistry”

Offline